Hujan

Kemarin kota ini begitu panas bahkan saat berada di ruangan ber-AC dan menyalakan kipas angin di kecepatan paling tinggi.

Hari ini sama namun awan sedikit mendung entah akan hujan atau tidak. Kota ini selalu begini tak ada musim panas atau hujan terlebih musim salju. Tahu tidak? Begini pun menyenangkan. Menyenangkan karna dikatakan menyenangkan.

Lalu, satu dua kali ponsel itu berdering. Tak ada satupun pesan dari tertunggu muncul di sana. Pesan tentang kabar atau sekedar salam.

Perpisahan menjadi romantis bersamaan hujan dan saling bertukar eulogi.

Nyatanya hari ini benar hujan. Jika saja lebih deras hingga bisa membasah kuyupkan tubuh dan air yang mengalir di sela-sela pelipis mata hanya terlihat seperti hujan.

Tidurlah. Mimpikan hujan. Menangis di sana. Tertawa setelahnya. Bangun saat matahari belum ingin menampakkan diri.

Advertisements

20 thoughts on “Hujan

      1. Ikha says:

        Disini juga mbak, terakhir hujan weekend. tp Alhamdulillah, pas ngetik komen ini di sini hujan.
        Saya cipratin airnya mbak 💧💧💧

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s