Kemeja Flanel Biru

Siang itu saat makan siang.

Kamu sedang bersandar pada bangku panjang yang dapat diduduki oleh 3 orang. Danau kecil di depanmu menyajikan pohon rindang, bunga teratai dan satu-dua angsa. Dibelakangmu adalah bangunan-bangunan tinggi dan jalanan padat.

Earphone terpasang di telingamu, jarimu terus melewatkan lagu-lagu dalam playlist yang daftarnya hanya 59 lagu hingga kamu berhenti pada arms open. Kamu melihat cover bergambar seorang ber-hoodie dan bercelana serba hitam sedang berdiri dalam malam gelap, sayap biru tergambar pada punggungnya. Pikirmu dia mungkin ingin terbang meninggalkan kesunyian, tanpa kamu memperhatikan lirik lagu yang sedang kamu dengarkan.

Beberapa menit kemudian matamu meninggalkan layar ponsel dan pikiranmu tentang cover itu. Menikmati pemandangan didepanmu. Menyantap roti coklat dari toko favoritmu. Mungkin kamu harus menghemat pengeluaran, tapi tidak untuk roti coklat.

Seseorang duduk disampingmu, kamu tidak meliriknya hanya merasakan kehadiran. Dia mungkin tidak menemukan tempat lain.

Waktu makan siang habis, saatnya kembali pada hiruk pikuk pekerjaan. Kamu berdiri dan melihat sekilas seseorang yang sedari tadi duduk disampingmu. Kemeja flanel biru.

Bukankah dia…

Advertisements

7 thoughts on “Kemeja Flanel Biru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s